Palu, 16 April 2026 — Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah Richard Arnaldo, didampingi Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri serta Fungsional Analis Perdagangan, menghadiri kegiatan Berani Ekspor Raya Durian #SultengNambaso yang berlangsung di PT Deco Food Indonesia, Baiya, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu.
Pada kegiatan tersebut juga dilaksanakan prosesi pelepasan ekspor raya komoditas durian beku ke Tiongkok dengan tema “Sulawesi Tengah Menuju Raja Durian Dunia” yang dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Tengah bersama Menteri Transmigrasi, Kepala Badan Karantina Indonesia, serta pejabat terkait lainnya.
Gubernur Sulawesi Tengah, anwarhafid14 , didampingi Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dan Ketua TP-PKK Sulteng, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kehadiran Menteri Transmigrasi, Kepala Badan Karantina Indonesia, serta perwakilan berbagai kementerian terkait. Ia juga menyambut optimisme yang disampaikan dan menegaskan komitmen untuk terus mendorong Sulawesi Tengah sebagai Raja Durian Dunia
Anwar Hafid juga menegaskan bahwa Sulawesi Tengah merupakan salah satu penghasil durian terbesar di Indonesia dengan potensi besar menembus pasar global.
“Potensi ini harus dikelola secara serius, profesional, dan berorientasi pasar internasional. Hari ini kita membuktikan bahwa petani durian Sulawesi Tengah mampu bersaing di tingkat dunia. Sejak Januari hingga 12 April 2026, ekspor telah mencapai 151 kontainer atau 4.077 ton senilai Rp377,5 miliar.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Surya Negara, yang mengatakan bahwa transmigrasi bukan hanya memindahkan penduduk, tetapi juga menciptakan serta mengembangkan potensi ekosistem ekonomi dan sumber energi baru. Hal ini sejalan dengan kondisi di mana para petani durian di Sulawesi Tengah banyak berada dan berkembang di kawasan transmigrasi.
Hadir pula Sahat Manaor Panggabean selaku Kepala Badan Karantina Indonesia yang menyampaikan bahwa hari ini Sulawesi Tengah berhasil mencatatkan ekspor durian sebesar 459 ton dengan nilai mencapai Rp42,5 miliar, sebagai bukti nyata peningkatan daya saing komoditas lokal di pasar internasional. Ia juga menegaskan pentingnya peran karantina dalam memastikan kualitas dan keamanan produk pertanian agar memenuhi standar ekspor dan mampu bersaing di pasar global.
Turut hadir Dirjen Pengawasan Perdagangan Kementerian Perdagangan RI, Dir. Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Badan Pangan Nasional, Anggota Komisi IV DPR RI, Dirjen Hortikultura, Forkopimda Sulteng, para Bupati dan Wakil Bupati Se-Sulteng serta Wakil Wali Kota Palu, Asosiasi Petani Durian Indonesia (Apdurin), petani durian se-Sulawesi Tengah, Ketua Kadin Parigi Moutong, serta pimpinan instansi vertikal di wilayah Sulawesi Tengah.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah, khususnya durian, sekaligus memperkuat posisi Sulawesi Tengah sebagai salah satu sentra durian ekspor di Indonesia.
Sumber : Humas Disperindag Sulteng/PPID Pelaksana