Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah, Richard Arnaldo, bersama para pengurus Dekranasda Provinsi Sulawesi Tengah menghadiri Buya Subi Festival 2026 yang digelar di Pantai Towale, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala, Selasa (7/7/2026).
Festival yang mengusung tema “Handmade for the Earth” ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam memperkuat posisi daerah sebagai salah satu pusat pengembangan tenun nusantara sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis budaya.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah bekerja sama dengan Eco Fashion Week Australia (EFWA). Kolaborasi ini menghadirkan ruang sinergi antara perajin tenun, desainer, pelaku industri kreatif, pemerintah, serta mitra internasional untuk memperkenalkan warisan budaya Sulawesi Tengah dalam perspektif yang lebih modern, berkelanjutan, dan berdaya saing di tingkat global.
Pada kesempatan tersebut, Richard Arnaldo bersama para pengurus Dekranasda Sulawesi Tengah serta undangan lainnya hadir mengenakan Wastra Nusantara Tenun Buya Subi, sebagai bentuk apresiasi dan dukungan nyata terhadap pelestarian kain tenun tradisional khas Sulawesi Tengah yang memiliki nilai budaya, sejarah, dan ekonomi.
Kehadiran Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian warisan budaya daerah, penguatan sektor ekonomi kreatif, serta perluasan jejaring promosi budaya Sulawesi Tengah menuju panggung nasional maupun internasional.
Buya Subi Festival 2026 secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido. Dalam pembukaan tersebut turut hadir unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sulawesi Tengah dan Kabupaten Donggala, para kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kabupaten Donggala, serta berbagai pemangku kepentingan dari sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan industri budaya.
Melalui penyelenggaraan Buya Subi Festival 2026, diharapkan tenun Buya Subi semakin dikenal luas sebagai salah satu kekayaan wastra Nusantara yang mampu memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan para perajin, memperkuat identitas budaya daerah, serta membuka peluang pasar yang lebih luas di tingkat nasional maupun internasional.
Sumber rilis : Humas Disperindag Sulteng/PPID Pelaksana