Palu, 26 Agustus 2026 — Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulawesi Tengah melalui Bidang Sarana Prasarana Pemberdayaan Industri (SP2I) melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Kawasan Industri Sulawesi Tengah, bertempat di Aula Sakulati Disperindag Sulteng, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Perindag Sulteng Richard Arnaldo, didampingi Kepala Bidang SP2I Mira Yuliastuti, Kepala Bidang Pembangunan Sumber Daya Industri Andi Musdalifah, serta para pejabat dan staf Bidang SP2I.
FGD menghadirkan narasumber dari Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah dan Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah, Moh. Yasin Baculu. Kegiatan turut diikuti secara daring oleh Kepala Dinas Perindag Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tengah, akademisi, pimpinan asosiasi/organisasi, serta instansi teknis terkait.
Dalam sambutannya, Richard Arnaldo menyampaikan bahwa Sulawesi Tengah saat ini menjadi salah satu pusat perhatian investasi nasional dan global, khususnya pada sektor hilirisasi berbasis sumber daya alam. Karena itu, pertumbuhan industri harus diarahkan agar berjalan tertata, inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat lokal.
Menurutnya, pengembangan Kawasan Peruntukan Industri (KPI) penting untuk mendorong hilirisasi komoditas unggulan seperti nikel, kelapa, kakao dan kopi, meningkatkan nilai tambah, membuka lapangan kerja, serta mencegah konflik lahan dan lingkungan.
Richard juga menekankan pentingnya sinergi tata ruang antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota agar pengembangan kawasan industri selaras dengan RTRW dan tidak tumpang tindih dengan kawasan permukiman maupun lahan pertanian.
Selain itu, KPI diharapkan mampu menjadi wadah kemitraan antara industri besar dan IKM lokal sehingga IKM dapat masuk dalam rantai pasok industri dan semakin naik kelas.
Pengembangan kawasan industri juga perlu didukung infrastruktur yang memadai, kesiapan SDM, penerapan prinsip industri hijau, serta optimalisasi SIINas sebagai basis data dalam menentukan arah pengembangan industri.
“Data dari SIINas inilah yang akan menjadi kompas kita dalam menyusun rencana aksi KPI,” ujar Richard.
Melalui FGD ini diharapkan terbangun sinergi lintas sektor dalam merumuskan pengembangan Kawasan Peruntukan Industri Sulawesi Tengah yang terintegrasi, berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sumber : Humas Disperindag Sulteng/PPID Pelaksana